Selasa, 13 November 2012

Harapan Masa Depan


Harapan Masa Depan
Menjadi orang yang sukses dan bahagia itu yang diidamkan oleh saya. Bahkan mungkin semua orang pun sama menginginkannya. Namun dalam menjalankannya saya ingin didampingi oleh seorang pria yang soleh,bertanggung  jawab dan bisa menuntun saya di jalan Allah SWT. Hal tersebut menjadi penyempurna hidup saya, karena pada saat ini saya masih berstatus lajang. Mudah-mudahan pernikahan saya menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Dan mendapatkan keturunan yang soleh-soleh, sehingga bisa hidup dengan bahagia meski banyak rintangan yang menghadang.
Kemudian selain itu ,menjadi seorang pengajar dan menjadi Mentri Pendidikan Indonesia hal yang utama diharapkan oleh saya di masa depan. Untuk tambahannya, saya dan suami saya  ingin mempunyai butik, rumah makan, sekolah swasta, dan tempat les untuk anak sekolah serta ingin membangun sebuah panti asuhan. Hal inilah yang diharapkan saya di masa yang akan datang, sehingga saya bisa membahagiakan keluarga besar saya terutama ayah dan ibu saya. AKU HARUS BISA !!!

Rencana Pendidikan


Rencana Pendidikan
Dari pertama pun saya sudah bercita-cita sebagai seorang “Guru SD” karena saya senang dengan anak-anak. Pada saat ini saya sedang menuntut ilmu di IAID (Institute Agama Islam Darusalam) dengan mengambil  jurusan PGMI (keguruan). Setelah lulus dan mempunyai gelar S1, saya akan mengajar terlebih dahulu supaya bisa membiayai kuliah dari hasil keringat sendiri.
Di dalam hati ada niat untuk melanjutkan kuliah lagi sehingga saya bisa menjadi seorang “Mentri Pendidikan Indonesia”.  Target saya, saya memiliki gelar “Profesor”. Menjadi seorang Mentri Pendidikan Indonesia itu hal yang diimpikan oleh saya. Dimana saya ingin memajukan kualitas pendidikan di Negara Indonesia ini. Indonesia harus menjadi Negara yang maju sehingga bisa menggalahkan neggara-negara lain seperti Amerika, Inggris dll. Dan pada akhirnya Indonesia pun menjadi Negara paling maju nomor satu di dunia. Karena banyak menghasilkan seorang ilmuan-ilmuan. SA BISA BISA, INSYA ALLAH SAYA BISA !!!!!!

Pengalaman di Institut Agama Islam Darussalam (IAID)


Pengalaman di Institut Agama Islam Darussalam (IAID)
Berawal dari pelaksanaan tes masuk IAID yang dilaksanakan di sekolah MAN Darussalam Ciamis. Pada saat itu saya hanya memiliki teman dari SMA 3 Ciamis saja yang bernama Shopia, namun ruangan kami untuk tes tidak sama sehingga saya berdiam sendiri. Saling berkenalan pun terjadi, sehigga saya pun memiliki teman baru. Detik-detik tes dimulai, tes masuk IAID ada 2 yaitu tes tulis dan tes lisan. Pada waktu tes tulis saya sangat kesulitan karena disuruh menulis surat al-qadar tanpa melihat ditambah lagi deg-degan karena berhadapan langsung dengan dosen. Hal ini membuat saya panik. Kemudian saya mendapatkan teguran dari dosennya gara-gara memakai celana jean. Kejadian ini menambah rasa panic saya yang takut akan tidak diterimanya di IAID.
Pengumuman hasil tes pun sudah ada, Alhamdulillah saya diterima juga. Bagi mahasiswa baru diadakan TAMADA (Ta’aruf Mahasiswa Darussalam). Pelaksanaan terjadi, saya berkenalan dengan Tia yang sampai sekarang menjadi salah satu soulmate saya. Kegiatannya sangat membosankan, yang diingat saya hanya ingin pulang karna tidak betah. Pembagian Ruangan tidur dan kelompok terjadi, di dalam kelompok tidak ada satupun yang saya kenal. Pembimbing menyuruh saya sebagai ketua kelompok, sehingga saya harus bertanggung jawab pada kelompok tersebut. Panitia mengadakan kegiatan berupa “Games”, didalam games tersebut saya mengikuti games tentang melintasi tambang yang ada di atas kolam yang besar. Tangan-tangan saya terasa pedih,namun akhirnya saya dapat melaksanakannya dengan sukses. Pelaksanaan TAMADA selesai, 3 hari 3 malam itu terasa lama sekali.
Masuk kuliah pun tiba, seperti biasa saya bersamaan dengan Shopi. Disini saya mendapat teman baru banyak. Pada awalnya melaksanakan kuliah pun sangat enggan karena tidak asyik untuk dijalani. Lama kelamaan akhirnya menjadi seru juga. Saya pun memliki omet-omet (soulmate) banyak,ada Tia,Aal,Suci,Dedew,Nda,Nita,teh Ihat dan teh Yuliawati. Kalau Shopi sich udah dari SMA. Namun satu dari Omett saya ada yang keluar, yaitu teh Yuliawati. Kami sangat sedih dengan kejadian ini. Kesedihan tersebut tidak berlarut-larut, sekarang pun saya dan omet-omet menjalankan kuliah dengan asyik dan semangat untuk mencapainya sebuah cita-cita.