Selasa, 13 November 2012

Pengalaman di Institut Agama Islam Darussalam (IAID)


Pengalaman di Institut Agama Islam Darussalam (IAID)
Berawal dari pelaksanaan tes masuk IAID yang dilaksanakan di sekolah MAN Darussalam Ciamis. Pada saat itu saya hanya memiliki teman dari SMA 3 Ciamis saja yang bernama Shopia, namun ruangan kami untuk tes tidak sama sehingga saya berdiam sendiri. Saling berkenalan pun terjadi, sehigga saya pun memiliki teman baru. Detik-detik tes dimulai, tes masuk IAID ada 2 yaitu tes tulis dan tes lisan. Pada waktu tes tulis saya sangat kesulitan karena disuruh menulis surat al-qadar tanpa melihat ditambah lagi deg-degan karena berhadapan langsung dengan dosen. Hal ini membuat saya panik. Kemudian saya mendapatkan teguran dari dosennya gara-gara memakai celana jean. Kejadian ini menambah rasa panic saya yang takut akan tidak diterimanya di IAID.
Pengumuman hasil tes pun sudah ada, Alhamdulillah saya diterima juga. Bagi mahasiswa baru diadakan TAMADA (Ta’aruf Mahasiswa Darussalam). Pelaksanaan terjadi, saya berkenalan dengan Tia yang sampai sekarang menjadi salah satu soulmate saya. Kegiatannya sangat membosankan, yang diingat saya hanya ingin pulang karna tidak betah. Pembagian Ruangan tidur dan kelompok terjadi, di dalam kelompok tidak ada satupun yang saya kenal. Pembimbing menyuruh saya sebagai ketua kelompok, sehingga saya harus bertanggung jawab pada kelompok tersebut. Panitia mengadakan kegiatan berupa “Games”, didalam games tersebut saya mengikuti games tentang melintasi tambang yang ada di atas kolam yang besar. Tangan-tangan saya terasa pedih,namun akhirnya saya dapat melaksanakannya dengan sukses. Pelaksanaan TAMADA selesai, 3 hari 3 malam itu terasa lama sekali.
Masuk kuliah pun tiba, seperti biasa saya bersamaan dengan Shopi. Disini saya mendapat teman baru banyak. Pada awalnya melaksanakan kuliah pun sangat enggan karena tidak asyik untuk dijalani. Lama kelamaan akhirnya menjadi seru juga. Saya pun memliki omet-omet (soulmate) banyak,ada Tia,Aal,Suci,Dedew,Nda,Nita,teh Ihat dan teh Yuliawati. Kalau Shopi sich udah dari SMA. Namun satu dari Omett saya ada yang keluar, yaitu teh Yuliawati. Kami sangat sedih dengan kejadian ini. Kesedihan tersebut tidak berlarut-larut, sekarang pun saya dan omet-omet menjalankan kuliah dengan asyik dan semangat untuk mencapainya sebuah cita-cita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar